PERKUMPULAN PELATIHAN OLAH TENAGA DALAM

SATYA BUANA

" Mewujudkan Kondisi Sehat Jasmani Dan Rohani Secara Mandiri "

Breadcrumbs

Home NEWS AND FEATURES Perjalanan Ketum Satya Buana Tuntaskan Amanah Terakhir Ke Palestina (Bagian 6)
Perjalanan Ketum Satya Buana Tuntaskan Amanah Terakhir Ke Palestina (Bagian 6) PDF Print E-mail
Tuesday, 17 October 2017 08:04

Perjalanan Ketum Satya Buana Tuntaskan Amanah Terakhir ke Palestina (Bagian 6)


Sambangi Kota Tua yang Jadi Warisan Dunia, Ikut Mengenang Peristiwa Tragis di Masjid Ibrahim


Tugas utama sebenarnya sudah selesai. Yakni menemukan pohon zaitun di Masjid Al Aqsha untuk menyempurnakan keilmuan makro kosmos. Ini yang menjadi intisari perjalanan saya, Pak Ismakun, dan almarhum istri saya. Menunaikan amanah dari almarhum Pak Edi Suwono. Yang selama hidupnya, telah banyak mewariskan ilmu pengetahuan dalam metode Satya Buana.

Saya pribadi merasa sangat lega, lantaran sampai juga di Palestina tanpa ada halangan yang berarti. Meski tugas sudah terlaksana, saya tidak bisa serta merta langsung pulang ke Indonesia. Ini karena perjalanan kami bergabung dalam sebuah tur wisata religi. Artinya, ada beberapa destinasi lagi yang mesti kami kunjungi. Sudah satu paket.

Dan destinasi kami berikutnya adalah Kota Hebron, sebuah wilayah di Tepi Barat Palestina. Ini merupakan tempat spesial juga, sebab Hebron baru-baru ini ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia. Kota tua ini menjadi spesial lantaran umat yahudi, nasrani, dan islam tumplek blek disana. Masjid, Gereja, dan Sinagog (tempat sembahyangnya umat yahudi) ada semua. Selain sebagai kota perdagangan, di lokasi yang berjarak 30 kilometer dari Yerusalem itu ada Gua Makhpela atau Gua Para Leluhur. Di gua itulah saya dan rombongan berziarah ke makam Nabi Ibrahim as, Nabi Yakub as, dan Nabi Ishaq as. Plus ada makam istri pertama Nabi Ibrahim, Siti Sarah. Ditambah ada satu makam sahabat Nabi Muhammad SAW, Imam Alfarisyi.

( Saat di kota Hebron, masuk ke masjid Nabi Ibrahim alaihissalam  dengan pilar mimbar yang msh ada bekas bercak darah saat pembantaian peristiwa ramalah)

Diatas Gua Makhpela itulah ada bangunan Masjid Ibrahim. Dan, sama seperti Masjid Al Aqsha, tempat ibadah ini dijaga ketat pasukan Israel. Sekali lagi, saya dan rombongan harus menjalani pemeriksaan dan merasakan sikap tak bersahabat tentara Yahudi itu.

( Suasana Di Masjid Umar Bin Khatab Radhiallahuan)

Penjagaan terus menerus di Masjid Ibrahim tak lain adalah ekses dari Peristiwa Ramlah Tahun 1994. Saat itu 35 jamaah salat subuh tewas dan 350 jamaah lainnya terluka karena aksi penembakan Baruch Goldstein. Dia adalah warga Yahudi keturunan Israel Amerika Serikat, yang membabi buta melepaskan tembakan ke umat Islam yang sedang salat subuh.

Kami hanya 40 menitan di lokasi Masjid Ibrahim. Rombongan harus segera menuju lokasi berikutnya. Kota Betlehem. Lokasi dimana diyakini Nabi Isa as atau yesus lahir disana. Tidak lama dan tidak banyak yang dapat saya share disini soal Betlehem, lantaran kita paham bahwa Nabi Isa as diangkat oleh Allah swt dan kelak akan diturunkan kembali menjelang hari kiamat. Jadi, tidak ada makamnya. Berbeda dengan sejumlah rasul yang lain yang ada situs makamnya.(bersambung)



Last Updated on Saturday, 25 November 2017 05:42