PERKUMPULAN PELATIHAN OLAH TENAGA DALAM

SATYA BUANA

" Mewujudkan Kondisi Sehat Jasmani Dan Rohani Secara Mandiri "

Breadcrumbs

Home NEWS AND FEATURES Perjalanan Ketum Satya Buana Tuntaskan Amanah Part 3
Perjalanan Ketum Satya Buana Tuntaskan Amanah Part 3 PDF Print E-mail
Friday, 06 October 2017 09:58

Perjalanan Ketum Satya Buana Tuntaskan Amanah Terakhir ke Palestina (Bagian 3)


 Mengambil Hikmah Binasanya Kaum Tsamud hingga Kaum Sodom


                             ( Amman - Yordania)

Perjalanan kami di Kota Petra, Yordania, adalah awal dari napak tilas sebagian rasul Allah sebelum kami menemukan pohon zaitun.  Di Kota Petra, yang dikenal sebagai situs arkeologi itu, tertinggal goresan sejarah dan bukti kekuasaan Allah swt, yang membinasakan kaum tsamud. Kaum tsamud adalah umat Nabi Shaleh as namun mereka mendustakannya. Kaum yang diberikan kecerdasan dalam hal arsitek itu justru menyembah berhala. Allah akhirnya menurunkan azab dengan mendatangkan angin beracun selama tujuh hari, sampai seluruh kaum binasa.

               Dari Kota Petra, esoknya, 20 Februari 2017, kami bertolak ke Amman, ibukota Yordania. Sebelum sampai di Amman, rombongan singgah di makam Nabi Syuaib as. Di makam sepanjang 4 meter itu sebenarnya ada pohon zaitun.  Tumbuh di halaman kompleks makam. Menurut keterangan di lokasi, pohon itu diperkirakan berusia ratusan tahun.

( Masjid Dan Makam Nabi Syuaib Alaihisalam)

              Disitus ini, tak banyak kisah yang bisa saya catat, karena penjaga makam atau saksi hidup keturunannya juga tidak ada. Perjalanan pun dilanjutkan dan sampai di Gua Ashabul Khafi, lokasi tujuh pemuda beriman dan seekor anjingnya yang ditidurkan Allah swt selama 309 tahun.  Mereka ditidurkan sementara lantaran Allah melindungi mereka dari seorang raja yang zalim.  Dari situs religi ini, rombongan kembali melanjutkan perjalanan dan sampailah kami di laut mati.

( GOA Ashabul Kahfi)

( Sisa Tulang Belulang Ashabul Kahfi)

  Laut mati sebenarnya adalah danau yang berair asin. Airnya juga tidak mengalir kemana-mana. Sebagai lokasi dengan kadar garam tertinggi di dunia, siapa saja bisa mengapung dengan bebas di atas air. Laut mati mengingatkan kami pada umat Nabi Luth as, yang dulu tinggal di sekitar laut mati. Kaum yang melampaui batas itu, yang sekarang mendapat istilah LGBT (lesbian,homoseksual, biseksual, dan transgender) sudah dibinasakan Allah melalui gempa bumi yang dahsyat. Tetapi, di era sekarang, banyak yang meniru ulah kaum terlaknat tersebut.  




Sampainya kami di laut mati juga menandakan bahwa kami makin dekat ke Palestina dan Israel.(bersambung)

Last Updated on Tuesday, 14 November 2017 16:33