PERKUMPULAN PELATIHAN OLAH TENAGA DALAM

SATYA BUANA

" Mewujudkan Kondisi Sehat Jasmani Dan Rohani Secara Mandiri "

Breadcrumbs

Home NEWS AND FEATURES Perjalanan Ketum Satya Buana Tuntaskan Amanah Terakhir ke Palestina (Bagian 2)
Perjalanan Ketum Satya Buana Tuntaskan Amanah Terakhir ke Palestina (Bagian 2) PDF Print E-mail
Saturday, 09 September 2017 03:20

Perjalanan Ketum Satya Buana Tuntaskan Amanah Terakhir ke Palestina (Bagian 2)



Tiba di Kota Petra, Disambut Cuaca Dingin dan Bersalju

 



Pak Ismakun, Ketua Satya Buana Cabang Bengkulu dan pelatih senior di bumi sriwijaya itu menyampaikan kepada saya bahwa ada biro perjalanan di Jakarta yang menyediakan rute ziarah ke Yordania, Palestina, hingga Mesir.

Itu pilihan perjalanan yang memang realistis. Mengingat jika kita berangkat sendiri, kemungkinan akan bingung dengan rute, maskapai, dan jadwal perjalanan. Saya tidak punya waktu untuk memikirkan hal teknis seperti itu. Bergabung dengan biro perjalanan dan mengikuti agenda wisata ziarah adalah hal yang paling memungkinkan.


Saya bersyukur sekali sekaligus berterima kasih kepada para peserta PPOTD Satya Buana. Berkat dukungan doa, moril, dan bujet yang cukup, rencana perjalanan itu bisa diwujudkan.  Sedangkan Pak Ismakun, mendapat rezeki yang memadai sehingga bisa berangkat dengan kemampuan sendiri. Begitu juga dengan istri saya, Almarhum Hj Siti Insiya, yang mendampingi perjalanan itu demi mendukung tugas saya mencari pohon zaitun tertua.


*****


Setelah teknis administrasi dengan biro perjalanan selesai, jadwal berangkat pun ditentukan. Kami bertiga berangkat 17 Februari 2017, dan dijadwalkan kembali ke tanah air pada 28 Februari 2017.




Berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, pada pukul 00.30 WIB. Tujuan adalah Bandara Internasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Sampai di salah satu negara terkaya itu sekitar pukul lima pagi waktu setempat. Transit beberapa jam untuk kembali melanjutkan penerbangan siang harinya ke Bandara Internasional Queen Alia, Yordania. Sampai di Yordania, kami bermalam di Kota Petra. Sebuah wilayah dengan kondisi alam yang unik. Kontur geografis adalah padang tandus. Namun cuaca sangat dingin dan turun salju, padahal matahari bersinar terik. Suatu hal yang kontras dan tidak terdapat di Indonesia.(bersambung)

Last Updated on Tuesday, 14 November 2017 16:16