PERKUMPULAN PELATIHAN OLAH TENAGA DALAM

SATYA BUANA

" Mewujudkan Kondisi Sehat Jasmani Dan Rohani Secara Mandiri "

Breadcrumbs

Home NEWS AND FEATURES Evaluasi Satya Buana Balikpapan 30 September 2016
Evaluasi Satya Buana Balikpapan 30 September 2016 PDF Print E-mail
Wednesday, 05 October 2016 13:25

Restart Satya Buana Balikpapan, Anggota Dibekali Sharing Teknik Penyembuhan


Balikpapan - Pergerakan POTD Satya Buana makin meluas. Setelah sukses menggelar evaluasi di Pasuruan, menyusul Satya Buana Balikpapan mengadakan evaluasi angkatan pertama pada Jumat (30/9) ) lalu. Puluhan peserta mengikuti evaluasi di Lapangan Jalan Pipit, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan.


"Evaluasi ini sekaligus merupakan restart atau pemulihan kembali SB Balikpapan," ujar Pak Salam, Ketua Satya Buana Balikpapan. Tak hanya evaluasi. Para anggota juga dibekali berbagai teknik terapi yang langsung disampaikan Ketum POTD Satya Buana Pusat, Drs H RP Sutjahyo yang akrab disapa Pak Yoyok.


Kesempatan sarasehan tidak disia-siakan anggota, apalagi trainer pusat, Kharisma Zulkarnain, juga mensharingkan  berbagai pengalamannya selama berkecimpung di Satya Buana. Jika Pak Yoyok membagikan teknik resonansi dan aneka tipsnya serta pondasi keilmuan, maka Kharisma lebih mengarah pada teknik terapi psikologis yang berfokus pada penyembuhan trauma atau luka batin.

"Kami sangat antusias dengan sarasehan ini,karena pengalaman kami dalam hal terapi masih belum banyak," imbuh Pak Bachtiar, Ketua Satya Buana Samarinda, yang kemarin juga hadir bersama isteri.



Para anggota juga mendapat penjelasan kode etik penghusada yang merupakan pegangan utama saat menerapi klien, supaya tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan baik itu tindakan asusila dll yang melanggar norma agama maupun moral.


Menutup kunjungannya selama tiga hari di Balikpapan, Pak Yoyok berharap agar anggota SB tak segan memberikan bantuan pertolongan terapi kepada yang membutuhkan. "Seseorang yang mempunyai ilmu haruslah ikhlas mengamalkan ilmunya karena itu akan dimintai pertanggungjawaban," pungkasnya. (*)

 

Last Updated on Friday, 07 October 2016 07:15