PERKUMPULAN PELATIHAN OLAH TENAGA DALAM

SATYA BUANA

" Mewujudkan Kondisi Sehat Jasmani Dan Rohani Secara Mandiri "

Breadcrumbs

Home KEILMUAN SENAM PERNAPASAN SATYA BUANA
SENAM PERNAPASAN SATYA BUANA PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 18 October 2014 00:55

SENAM PERNAPASAN SATYA BUANA

Kita semua mengetahui bahwa kehidupan di dunia modern dalam era globalisasi ini mengalami kemajuan di berbagai bidang. Namun kitapun menyadari pula bahwa kemajuan tersebut membawa dampak positif dan dampak negatif.

Teknologi yang canggih, baik teknologi komunikasi, teknologi informasi, teknologi kimiawai maupun teknologi lainnya yang berkemampuan menjangkau bumi menembus dirgantara hingga ke antariksa, membawa kepuasan sekaligus kecemasan, membawa manfaat sekaligus mudharat.

Pada dasarnya kodrat manusia hidup sebagai khalifah di dunia adalah mengolah alam semesta. Dan sebagai makhluk sosial bertujuan untuk mencapai hidup yang bahagia, tenteram dan sejahtera.

Namun kita sadari bahwa usaha manusia tersebut dengan berbagai bentuk upaya telah dapat memenuhi sebagian umat akan manfaat yang diperoleh, antara lain:

memperoleh kepuasan        

memperoleh kebahagiaan

memperoleh kesenangan                         

memperoleh keamanan

memperoleh percaya diri

memporoleh kondisi sehat

memperoleh kebanggaan                         

memperoleh status sosial                         

memperoleh ketenteraman                       

memperoleh kesejahteraan dll.



Di sisi lain bahwa sebagian umat secara langsung maupun tidak langsung mendapat mudharat (efek negatif), antara lain :

Polusi alamiah                             

Polusi moral

Polusi fisik                                  

Polusi kimiawi

Polusi budaya                             

Polusi spiritual.

 Dalam hubungannya dengan masalah tenaga dalam yang kita pelajari, kita berusaha memecahkan masalah atau problematika kemudharatan yang di alami oleh manusia akibat adanya polusi-polusi tersebut di atas, di samping kita tetap berpedoman pada dunia medis yang konvensional. Adanya polusi alam, polusi budaya, polusi moral dan sebagainya, pada hakekatnya adalah akibat ulah manusia sendiri yang lepas dari kendali dan budinya.


Terjadinya polusi trimatra (alamiah, jasmaniah, rokhaniah) tentu saja membawa akibat terjadinya kekacauan dan disfungsi metabolisme alami, ragawi dan sukmawi. Manusia menjadi menderita akibat polusi alamiah (polusi matra alamiah) seperti :


Gempa bumi

Banjir

Penyimpangan musim

Penipisan ozon

Pencemaran air bersih

Hilangnya sumber air

Badai / topan

Pencemaran udara dan sebagainya


Juga menderita penyakit jasmaniah (polusi matra jasmaniah) atara lain :


Hypertensi                                       

Lambung

Hypotensi                                        

Migrain

Diabetes                                         

Vertigo

Ginjal                                             

Gloukoma

Reumatik

Jantung Coroner                              

Hati / Lever                                     

Kanker ,dll


Dan juga meneritaberbagai penyakit rokhaniah (polusimatra rokhaniah) antara lain:


Tidak manusiawi                     

Psikomatik

Pemberang                            

Histeria

Ganas                                   

Lupa diri

Sadis                                    

Stres

Pemabuk                              

Penyimpangan perilaku sex

Tindak kriminal                     

Sombong / congkak

Insomania                            

Kleptomania

Rendah diri                          

Lupa penciptanya

Tidak percaya diri

Dan lain sebagainya

 


Yang harus dan dapat mengatasi problematika hidup tersebut tidak lain adalah manusia pula dengan rahmat dan ridlo Allah SWT.

Manusia harus ingat dan kembali kepada fitrahnya bahwa manusia adalah makhluk Allah, insan ciptaan Tuhan merupakan bagian dari makrokosmos yang karenanya harus senantiasa menjaga dan memelihara keseimbangan ekologi alam semesta, termasuk keseimbangan dirinya, lahiriah dan batiniah.

Adalah suatu hal yang menarik untuk dikaji, masalah olah krida tenaga dalam yang pada akhir-akhir ini banyak bermunculan di berbagai tempat di dunia, sebagai suatu usaha alternatif pemecahan, mengantipasi problema hidup manusia.

Pada hakekatnya tenaga dalam terdapat pada diri manusia, merupakan tenaga terpendam secara positif. Diri manusia terdiri dari Tubuh Fisik dan Tubuh Bioplasmik. Tubuh Fisik adalah tubuh ragawi yang dapat dilihat, disentuh, dipegang. Tubuh Bioplasmik adalah tubuh sukmani, tubuh eterik yang berupa bioenergi dan prana, yang secara umum tidak dapat dilihat dengan mata awam. Keduanya terjalin dalam suatu mekanisme yang sistematis. Apabila sistem ini rapi dan teratur, maka organ tubuh akan berfungsi dengan baik, manusia menjadi sehat. Sebaliknya jika sistem ini tidak teratur atau kacau, maka akan terjadi disfungsi organ tubuh, manusia sakit.


PANDANGAN DUNIA TENAGA DALAM TENTANG KEKACAUAN DAN FUNGSI METABOLISME TUBUH

Diri manusia terdiri dari :

  1. Tubuh fisik yang dapat dilihat diraba.
  2. Tubuh bioplasmik yang tidak dapat dilihat dengan mata awam. Seperti halnya tubuh fisik, tubuh bioplasmik mempunyai kepala, dua lengan, tubuh dan Dengan kata lain tubuh bioplasmik berasal dari bio yang berarti hidup dan plasma yang berarti keadaan bahan keempat. Ketiga keadaan bahan yang pertama adalah padat, cair, gas. Plasma adalah gas yang terionisasi atau gas yang mengandung partikel positif dan negarif. Plasma yang dimaksud ini tidak sama dengan plasma darah. Tubuh bioplasmik berarti tubuh energi yang hidup yang terbentuk dari bahan halus yang tidak tampak atau disebut eterik. Ilmu pengetahuan dengan menggunakan fotografi Kirlian telah dapat menemukan atau melihat tubuh bioplasmik. Dengan bantuan fotografi Kirlian, para ilmuan telah mampu mempelajari mengamati dan mengambil gambar tubuh bioplasmik. Melalui tubuh bioplasmik prana atau energi vital diserap dan didistribusikan ke seluruh tubuh fisik.


FUNGSI TUBUH BIOPLASMIK

  1. Tubuh bioplasmik menyerap, mendistibusikan dan memberi energi dengan prana ke seluruh tubuh fisik. Prana adalah energi vital atau daya hidup yang memelihara seluruh tubuh sehingga bersama-sama dengan organ lain berfungsi benar dan normal Tanpa prana seluruh tubuh akan mati.
  2. Tubuh bioplasmik bertindak sebagai cetakan atau p ola untuk tubuh fisik. Hal ini membuat tubuh fisik dapat mempertahankan bentuk, kondisi dan sifat, kendati adanya metabolisme sinambung selama bertahun-tahun. Tegasnya tubuh fisik dibentuk sesuai dengan tubuh bioplasmik. Jika tubuh bioplasmik rusak maka tubuh fisik juga rusak. Keduanya berhubungan sangat erat sehingga hal-hal yang mempengaruhi yang pertama akan mempengaruhi yang kedua. Jika salah satu sakit maka yang lain juga akan sakit. Jika satu sembuh maka yang lainnya juga Hal ini tampak secara bertahap atau hampir bersamaan dengan anggapan tidak ada faktor yang mengganggu.
  3. Tubuh bioplasmik melalui cakra atau pusat energi yang berputar mengendalikan dan bertanggung jawab menjaga tetap normalnya fungsi seluruh tubuh fisik, bagian-bagiannya serta organnya termasuk di dalamnya kelenjar endokrin. Kelenjar Endokrin merupakan manifestasi eksternal cakra mayor. Kebanyakan penyakit disebabkan oleh gangguan fungsi satu cakra atau lebih.
  4. Tubuh bioplasmik melalui sinar kesehatan dan aura kesehatan bertindak sebagai bahan pelindung terhadap kuman penyakit dan bahan bioplasmik yang berpenyakit atau limbah plasma. Zat racun sisa metobalisme dan kuman penyakit dikeluarkan oleh sinar kesehatan melalui pori-pori, dengan demikian memurnikan seluruh tubuh fisik.

Dengan melihat fenomena tersebut di atas, maka kita berupaya disamping melalui medis konvensional, diperlukan adanya alternatif keampuhan tenaga dalam untuk tindakan preventif dan penyembuhan yang alami.

Usaha Yayasan SATYA BUANA mengadakan pelatihan olah tenaga dalam adalah upaya manusia mewujudkan kondisi bioenergi dalam sistem yang teratur dan sempurna, sehingga dapat menciptakan manusia yang sehat jasmani dan rokhani secara mandiri.


HAKEKAT TENAGA DALAM SATYA BUANA

Adapun hakekat olah tenaga dalam SATYA BUANA adalah upaya menghidupkan dan mengembangkan potensi bioenergi dalam tubuh melalui rangsangan serapan daya inti bumi dan prana alam sebagai bahan baku terpilih, yang insya Allah dengan ridlo Allah SWT dapat mewujudkan manusia yang utuh dengan kondisi fitrah yang selaras-serasi-seimbang, sehingga naluri alamiah berfungsi secara aktif otomatis menjadikan pribadi yang berjati diri, yang sehat jasmani dan rokhani.

Nyatalah bahwa kondisi fitrah adalah kondisi berimbang bertakaran sarwa setara, mengarah kesempurnaan nol yang mampu menciptakan kondisi netral dengan wibawa kedalam diri kita dan keluar untuk lingkungan dan makhluk lainnya.

Pancar kedalam akan secara terus menerus menetralkan gangguan negatif pada diri sendiri. Dan pancar keluar akan menetralkan serangan atau gangguan negatif dari luar kepada diri sendiri maupun kepada orang lain yang terkena gangguan negatif.

Hakekat kondisi kesucian fitrah dengan kesempurnaan nol, akan terbentuk sistem pancaran vertikal dari pusat inti bumi sampai ke atas tak terhingga, menyadarkan diri manusia sebagai titah Allah,dengan kepasrahan hakiki akan kemahakuasaan Illahi sang pencipta.

MANFAAT

Pelatihan Olah Tenaga Dalam (POTD) SATYA BUANA berupaya mewujudkan kondisi fitrah (nol) yang merupakan kekuatan dasyat yang tak terasa dan tak terdeteksi oleh siapapun, namun mempunyai daya pengaruh yang luas biasa yang dapat memberikan keluhuran manfaat manusia antara lain :

  1. Mewujudkan kondisi fitrah (nol) untuk diri sendiri, menetralkan gangguan sakit fisik dan jiwa akibat disfungsi organ tubuh, kekacauan metabolisme tubuh ataupun depresi mental, juga menetralkan gangguan dari luar seperti niat jahat orang lain berupa tindakan emosional ataupun serangan kekuatan ekstra (ilmu hitam, guna-guna dan sebagainya).
  2. Mewujudkan kondisi fitrah (nol) untuk orang lain, menetralkan gangguan sakit fisik dan jiwa orang lain serta menetralkan niat jahat orang lain terhadap seseorang dalam kondisi teraniaya atau yang akan menjadi sasaran niat orang
  3. Mewujudkan kondisi fitrah (nol) untuk membangkitkan dan mengembangkan potensi murni tenaga dalam serta kemampuan inderawi baik panca indera maupun indera keenam guna meningkatkan kemampuan daya pikir, penalaran serta cakrawala wawasan yang lebih luas untuk mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas serta semakin meningkatkan kesadaran manusia sebagai hamba Allah yang khusuk dan ikhlas dalam melakukan ibadah serta ketaqwaan yang hakiki.

KEILMUAN POTD SATYA BUANA

Keilmuan POTD SATYA BUANA bersifat murni dan mempunyai ciri yang khusus yang tidak sama dengan perguruan-perguruan tenaga dalam yang ada pada saat ini.

Kekhususan tersebut adalah tujuan setiap peserta untuk mewujudkan kondisi fitrah, kondisi yang mengembalikan kodrat manusia sebagai hamba Allah yang lemah, sebagai khalifah di dunia yang arif dan bijak serta sadar bahwa dirinya sebagai makhluk sosial yang punya arti sertabahagia dan sejahterabila selalu adanya silaturrahmi dan taqwa pada Allah.

Dengan landasan tujuan tersebut, SATYA BUANA tidak mengajarkan manusia menjadi sakti seperti kebal dll. sehingga mewujudkan manusia yang riak dan takabur di hadapan Allah, tetapi mewujudkan manusia yang al-mukminun.


UNSUR HAKEKAT

Untuk mewujudkan manusia yang semakin fitrah kita ingat kembali pada unsur hakekat tenaga dalam SATYA BUANA antara lain:

  1. Menghidupkan dan mengembangkan potensi bioenergi atau biomagnet dalam tubuhnya.
  2. Memanfaatkan kekuatan semesta alam berupa :
  3. Daya inti bumi yang berwarna putih kebiru-biruan dan mempunyai daya hisap kearah inti bumi dengan gelombang getaran berputar searah jarum jam.
  4. Prana alam berwarna putih keemasan, mempunyai daya hisap ke atas tak

terbatas tembus orbit bumi dengan gelombang getaran berlawanan jarum jam. Kedua bahan baku ini adalah kekuatan inti alam semesta yang murni danbermanfaat bagi kehidupan umat manusia, sehingga kita sebut sebagai bahan baku terpilih untuk merangsang potensi biomagnet.

  1. Tujuan menghidupkan dan mengembangkan potensi biomagnet dengan memanfaatkan kekuatan semesta alam adalah untuk mewujudkan kondisi fitrah.
  2. Upaya manusia menghidupakan, mengembangkan biomagnet dengan memanfaatkan kekuatan semesta alam untuk mewujudkan kondisi fitrah hanya pasrah dan mohon keridloan Allah SWT.


KONDISI YANG DIHARAPKAN (FITRAH)

  1. Terciptanya kondisi yang selaras, serasi, seimbang antara manusia dengan khaliqnya, antara manusia dengan manusia antara manusia dengan
  2. Kondisi nol (netral) ke luar dan ke dalam .
  3. Pengendali dan merealisasi daya hisap daya inti bumi dan hisap prana alam. Dua kekuatan yang saling menghisap tegak lurus kita sebut gelombang getaran vertikal.
  4. Kepekaan sempurna, bahwa semakin fitrah seseorang akan terbuka kepekaan indera ke enam secara alami dan murni.
  5. Proses terwujudnya kondisi fitrah akan meningkatkan kepasrahan kepada Allah


MANFAAT

  1. Fitrah penyembuhan diri sendiri dan menetralisir gangguan dari luar.
  2. Fitrah untuk orang lain yaitu membantu penyembuhan pada orang lain.
  3. Fitrah mengembangkan potensinya, membuka indera ke enam daya nalar dan cakrawala luas.


KEPELATIHAN

Keilmuan SATYA BUANA akan mengajarkan para peserta pelatihan dari kondisi awal kita sebut sebagai insan yang terpolusi atau terkontaminasi menjadi insan yang fitrah.

Proses dari insan yang terpolusi atau terkontaminasi menjadi insan fitrah haruslah melalui latihan yang teratur, sungguh-sungguh dan ikhlas.

Adapun tahapan proses tersebut disusun dalam tingkatan dan jenjang yang sistematik teratur dan berkesinambungan, bagaikan filsafat manusia mulai lahir ke dunia sampai siap pasrah menghadap panggilan Illahi.


TINGKATAN POTD SATYA BUANA

 

TINGKAT PRA PEMULA

Disebut sebagai bayi baru lahir (pernapasan baru).

TINGKAT PEMULA

Disebut sebagai anak mengenal alam semesta.

TINGKAT TIGA SERANGKAI

Disebut sebagai anak belajar tata krama

TINGKAT PRANA MIDI

Disebut anak balig mengetahui baik dan buruk

TINGKAT PAYUNG BERPUTAR

Disebut sebagai orang dewasa yang mampu berfikir secara jernih (riil dan abstrak).

TINGKAT PERAHU MENDAYUNG

Disebut sebagai orang dewasa dapat mengendalikan hati (hati adalah pusat manusia dan pusat setan) agar manusia dapat membedakan bisikan hati nurani atau bisikan setan.

TINGKAT LAYAR BERKEMBANG

Disebut sebagai orang dewasa yang matang pengetahuan dan dapat menentukan arah hidup.

TINGKAT SAMUDERA MERANTAI

Disebut sebagai orang dewasa melatih kesabaran dalam menghadapi tantangan hidup.

TINGKAT PURNAMA BESINAR

Disebut sebagai orang yang telah mendapat penerangan dari penyatuan hati dan pikiran yang jernih.

TINGKAT BINTANG LIA MENUJU PURNAMA

Disebut sebagai orang tua yang kaya pengalaman, mengerti kejadian-kejadian di dunia dan mengamalkan pengetahuan dan kemampuannya itu untuk kemanusiaan dan lingkungan alam.

TINGKAT SATYA BUANA

Disebut sebagai orang tua yang siap menghadap panggilan Illahi penuh dengan kepasrahan dan bekal amalan yang ikhlas.


Seiring dengan bertambahnya waktu dan usia, maka muncullah beberapa keilmuan yang merupakan perkembangan dari POTD SATYA BUANA. Yang keilmuan ini tidak lepas dari induknya, hanya saja pengolahan jurusnya di khususkan bagi kelompok tertentu (misalnya: bagi kaum wanita, anak-anak, lanjut usia dan peserta yang sakit atau tidak bisa jalan)

Ada beberapa keilmuan tersebut antara lain adalah:

  1. Satya Buana
  2. Senam Pernapasan Wanita
  3. Senam Pernapasan Anak-anak
  4. Senam Pernapasan Lanjut Usia

memperoleh kepuasan        

memperoleh kebahagiaan

memperoleh kesenangan                         

memperoleh keamanan

memperoleh percaya diri

memporoleh kondisi sehat

memperoleh kebanggaan                         

memperoleh status sosial                         

memperoleh ketenteraman                       

memperoleh kesejahteraan dll.

Last Updated on Wednesday, 19 October 2016 01:23